jasa-ekspedisi-logistik

Kesenjangan Gender Masih Batasi Potensi Ekonomi Wirausaha Wanita

Ajang Berita, Bisnis - Kesenjangan gender masih batasi potensi ekonomi wirausaha wanita. Perbedaan berbasis gender sangat membatasi wirausaha wanita berpengaruh, bahkan di negara-negara yang memiliki peringkat tertinggi. Hasil penelitian memaparkan beberapa rekomendasi yang dapat diterapkan untuk mempercepat perubahan. Amerika Serikat, Kanada, dan Australia diidentifikasi sebagai negara-negara terbaik bagi wirausaha wanita, tapi tetap masih dapat dikembangkan lebih baik.

Kesenjangan Gender Masih Batasi Potensi Ekonomi Wirausaha Wanita

Baru-baru ini Dell mengumumkan hasil survei Global Women Entrepreneur Leaders Scorecard dalam acara pertemuan tahunan keenam Dell Women’s Entrepreneur Network (#DWEN), yang mengungkapkan bagaimana perbedaan berbasis gender yang mengekang pertumbuhan bisnis yang dimiliki wirausaha wanita di 31 negara diukur. Scorecard yang disponsori Dell ini adalah analisis pertama di dunia yang khusus meneliti berbagai tantangan dan kesempatan bagi wirausaha wanita untuk mendirikan, mengembangkan, menciptakan lapangan kerja dan membuat terobosan-terobosan di industri mereka. Tujuan dari Scorecard ini adalah sebagai sebuah alat diagnosa yang dapat dipakai sebagai referensi saran bagi para pemimpin, pembuat kebijakan, dan pembuat regulasi tentang cara meningkatkan kondisi di negara masing-masing dan mendukung perkembangan bisnis yang didirikan para wirausaha wanita. Hasil survei 2015 ini memberikan masukan komprehensif tentang kondisi yang dihadapi para wirausaha wanita di seluruh dunia, menyajikan contoh-contoh usaha sukses terbaik, dan mengidentifikasi kekurangan data yang ada dan memberikan rekomendasi tindakan yang dapat diambil semua negara untuk memperbaiki kondisi yang ada saat ini.
kesenjangan-gender-masih-batasi-potensi-ekonomi-wirausaha-wanita
Kesenjangan Gender Masih Batasi Potensi Ekonomi Wirausaha Wanita
“Untuk menjawab tantangan-tantangan spesifik yang dihadapi wirausaha wanita yang memiliki pengaruh besar di negara dan wilayah berbeda diperlukan npendekatan holistik,” ujar Dr. Ruta Aidis, Direktur Proyek Global Women Entrepreneur Leaders Scorecard. “Karena itulah penelitian seperti Scorecard ini sangat penting untuk memahami tindakan-tindakan apa yang perlu dilakukan untuk menciptakan perubahan.”

Melanjutkan penelitian yang disponsori Dell tahun 2013 dan 2014, Scorecard 2015 ini mengevaluasi lima kategori besar di 31 negara: lingkungan bisnis, akses sumber daya, kepemimpinan dan hak, kesempatan bagi wirausaha wanita dan potensi pertumbuhan tinggi untuk bisnis yang dimiliki wanita. Scorecard terbaru ini juga meneliti faktor-faktor penting yang terbukti mendukung wirausaha wanita yang memiliki pengaruh besar dan memberikan perkiraan jumlah lapangan kerja yang diciptakan oleh berbagai bisnis yang dimiliki wanita ketika bisnis tersebut berhasil mencapai potensi pertumbuhannya.

“Kesuksesan para wirausaha dan usaha kecil sangat penting bagi perkembangan ekonomi global, dan di Dell kami percaya bahwa wirausaha wanita harus memainkan peran signifikan dalam bisnis dan kepemimpinan di masa depan,” jelas Karen Quintos, senior vice president dan chief marketing officer Dell. “Dell Women’s Entrepreneur Network bertujuan untuk memastikan para wirausaha wanita memiliki akses teknologi, modal, dan jaringan untuk pertumbuhan bisnis mereka. Scorecard ini menyajikan informasi berbasis data yang dibutuhkan mengarahkan diskusi dari tingkat kesadaran ke tindakan dan membantu wirausaha wanita di seluruh dunia meraih potensi terbaik mereka.”

Lebih dari 70 persen dari 31 negara yang diteliti memiliki skor kurang dari 50 persen dalam hal kesenjangan pertumbuhan signikan antara bisnis yang dimiliki pengusaha pria dan wanita di seluruh dunia (riset ini meneliti 76 persen dari GDP global). Meski Amerika Serikat menempati peringkat pertama Scorecard karena lingkungan bisnis yang secara umum mendukung dan mobilitas pekerja wanita di sektor swasta, negara ini hanya mencatat skor 71 persen untuk seluruh kategori.

Sebagai bagian dari inisiatif Dell mendukung wirausaha wanita, Dell bekerjasama dengan Cherie Blair Foundation for Women untuk mempertemukan wirausaha wanita di negara berkembang dengan mentor dari jaringan #DWEN dan tim Dell yang siap membantu mengembangkan bisnis mereka dan sukses.
kesenjangan-gender-masih-batasi-potensi-ekonomi-wirausaha-wanita-
Hasil Survey Scorecard
Peringkat Negara menurut Scorecard
Hasil scorecard menunjukkan bahwa semua negara akan mendapatkan keuntungan dari perbaikan kondisi bagi wirausaha wanita berpengaruh dan bersama-sama mengatasi perbedaan berbasis gender dalam aktivitas kewirausahaan.
  • Wanita membutuhkan kesetaraan akses akan sumber daya. 
    Masih terdapat kesenjangan besar antar negara dalam hal akses ke sumber daya penting, seperti pendidikan, internet, kepemilikan rekening di bank, dan program-program pelatihan untuk Usaha Kecil dan menengah (UKM). Inggris menunjukkan akses yang nyaris setara di beberapa kategori dengan 87 persen wanita memiliki akses internet dan hampir 100 persen memiliki rekening di bank. Sebaliknya, di Pakistan, negara dengan skor terendah di kategori ini, hanya 10 persen wanita memiliki akses internet dan hanya 3 persen memiliki rekening di bank.
  • Akses terhadap pertumbuhan modal dan lingkungan yang mendukung inovasi masih menjadi tantangan bagi wirausaha wanita, bahkan di lingkungan bisnis modern. 
    Secara umum, semua negara yang memiliki peringkat tertinggi menyediak lingkungan bisnis yang stabil dengan tingkat investasi R&D tinggi, lingkungan yang mendukung inovasi dan ketersediaan modal, disertai tingkat kebijakan bisnis, korupsi dan monopoli pasar yang relative rendah. Amerika Serikat yang berada di peringkat pertama, mencatat skor tertinggi dalam seluruh kategori lingkungan bisnis, tapi hanya terdapat 13 persen bisnis start-up yang menemptakan wanita dalam dewan eksekutifnya, dan hanya 3 persen bisnis start-up yang dipimpin CEO wanita yang mendapatkan pendanaan modal ventura sepanjang 2014.
  • Kekuatan dan kelemahan spesifik berbeda dari satu negara ke negara lainnya. 
    Hasil survei ini menunjukkan bahwa Nigeria memiliki persentasi tertinggi wanita yang merasa mereka memiliki keahlian untuk menjadi wirausaha dan melihat peluang untuk mendirikan bisnis. Tetapi, lemahnya lingkungan bisnis Nigeria memperlihatkan sejumlah hambatan untuk mengembangkan bisnis tersebut. Sebaliknya, Jepang memiliki lingkungan bisnis yang kuat dan stabil tapi sangat sedikit wanita yang melihat peluang bisnis atau merasa mereka memiliki keahlian untuk memulai bisnis. Di India, hanya sedikit wanita yang melihat kesempatan atau memiliki keahlian untuk memulai bisnis, dan mereka menghadapi berbagai hambatan karena kurangnya kesetaraan hak antara pria dan wanita, akses ke pendidikan dan internet.
  • Peran pemimpin masih didominasi pria. 
    Riset ini menunjukkan bahwa memiliki CEO, senior manajer, dan anggota dewan eksekutif wanita akan memungkin para pegawai wanita menerima upah yang lebih tinggi dan kondisi kerja yang lebih baik, sehingga aktivitas pengembangan bisnis juga jauh lebih baik. Hanya empat negara, Cina, Brazil, Malaysia, dan Nigeria, yang melaporkan 5 persen CEO di perusahaan-perusahaan besar diduduki oleh wanita, dan enam negara melaporkan 0 persen wanita di posisi CEO. Hanya di tiga negara, Polandia, Jamaika and Rusia, terdapat 35 persen atau lebih wanita yang menduduki posisi senior manajer dan Prancis adalah satu-satunya negara dengan 30 persen wanita memegang jabatan di dewan eksekutif perusahaan.
  • Pemerintah memegang peranan penting. 
    Pengadaan fasilitas publik berkontribusi lebih dari 30 – 40 persen pada GDP negara-negara berkembang dan 10 – 15 persen pada GDP negara-negara maju. Meskipun demikian, di seluruh dunia, hanya 1 persen kontrak pengadaan fasilitas publik dimenangkan bisnis yang dimiliki wanita. Dari 31 negara dalam Scorecard ini, hanya Amerika Serikat dan Afrika Selatan-lah yang secara aktif mempromosikan wirausaha wanita yang memiliki orientasi menumbuhkan bisnisnya melalui kebijakan pengadaan fasilitas publik berbasis gender. Dan pengumpulan data berbasis gender oleh pemerintah sangatlah penting untuk mengukur perubahan. Empat negara,yaitu Amerika Serikat, Swedia, Prancis, dan Jerman, melakukan sensus bisnis tahunan berbasis gender dan Meksiko memiliki data berbasis gender untuk semua program wirausaha yang didanai pemerintah. Chile adalah satu-satunya negara yang melakukan kedua hal tersebut.
  • Perbedaan berbasis gender mengekang para wirausaha. 
    Di semua 31 negara, wanita memiliki kemungkinan sangat kecil untuk mengenal seorang wirausaha. Ini artinya wanita sulit menemukan panutan dan jaringan ke komunitas wirausaha, sehingga berdampak pada inisiatif mereka untuk memulai usaha. 68 persen wanita di negara-negara tersebut melihat sangat terbatasnya kesempatan mereka untuk memulai usaha dibandingkan pria, tapi hampir di semua negara tersebut para wanita percaya mereka memiliki kemampuan yang sama dengan rekan pria mereka untuk mendirikan usaha.

Metodologi Scorecard
Peringkat negara-negara dalam survei ini diukur berdasarkan 21 indikator seperti berbagai aspek penting di lingkungan usaha dan institusional, berbagai isu akses berbasi gender dan karakteristik kewirausahaan individu yang dibagi ke dalam lima kategori. Data dalam survei ini diambil dari sejumlah sumber data yang telah diakui integritasnya, termasuk Global Entrepreneurship Monitor (GEM), World Economic Forum (WEF), World Bank, UNESCO, ILO dan lain-lain.

Scorecard ini adalah alat diagnosa berbasis data yang mengidentifikasi berbagai rintangan yang dihadapi wirausaha wanita berpengaruh dan memperkenalkan langkah-langkah yang dapat dilakukan untuk untuk meningkatkan kondisi bagi pengembangan wirausaha wanita berpengaruh di tingkat negara. Scorecard ini menggabungkan sistem peringkat dengan sistem rating dan memberikan rekomendasi langkah-langkah yang dapat dilakukan pemerintah, perusahaan, media, dan para pemimpin wirausaha dan semua orang untuk membantu memperluas kelompok pengusaha wanita berpengaruh. Selain itu, riset ini juga menyajikan praktek-praktek mendukung wirausaha wanita terbaik di seluruh dunia seperti kebijakan, program, dan berbagai terobosan inisiatif yang dapat memacu pertumbuhan wirausa wanita berpengaruh. Riset Scorecard dipimpin oleh Dr. Ruta Aidis, peneliti dari Universitas George Mason di Washington, DC. Riset Scorecard 2015 ini diaudit oleh Joint Research Centre (JRC) Komisi Eropa.

Dell Inc. mendengarkan pelanggannya dan menghadirkan teknologi dan layanan inovatif yang memberikan mereka kemampuan untuk berbuat lebih. Sebagai hasil dari visi seorang wirausaha sejati, Dell berkomitmen untuk membantu para wirausaha sukses dengan mengembangkan solusi teknologi yang dapat membantu pertumbuhan produktivitas dan bisnis mereka. Melalui Dell Women’s Entrepreneur Network, Dell mendukung dan mengembangkan kemampuan komunitas wirausaha wanita dengan menyediakan akses pengetahuan, jaringan, dan modal.

Kesenjangan gender masih batasi potensi ekonomi wirausaha wanita.