jasa-ekspedisi-logistik

Lahiri Master Baru Di CIMB Niaga Indonesian Masters

Ajang Berita, GolfLahiri master baru di CIMB Niaga Indonesian Masters. Anirban Lahiri asal India memenangkan gelar keempatnya di Asian Tour dan yang pertama kalinya di luar India dengan eagle putt yang spektakuler di hole terakhir untuk memenangkan turnamen berhadian USD 750.000 CIMB Niaga Indonesian Masters di hari Minggu (27/4).

Lahiri Master Baru Di CIMB Niaga Indonesian Masters

Pemain berusia 26 tahun asal India, yang akan menikah bulan depan, selamat dari emosi yang turun naik di hari terakhir sebelum melepaskan diri dari kejaran yang lain dengan menutup kemenangan dengan skor empat-di bawah-par 68 di Royale Jakarta Golf Club. 

Baek Seuk-Hhun asal Korea menikmati keberuntungan meskipun sedang cedera siku ketika dia menyelesaikan di posisi kedua bersama dengan Cameron Smith pemain pemula asal Australia setelah mencatat skor 65. 

Kiradech Aphibarnrat asal Thailand Juara bertahan Asian Tour Order of Merit menunjukkan dia sedikit lagi kembali ke lingkaran juara dengan meraih posisi keempat di CIMB Niaga Indonesian Masters yang sekali lagi merayakan penutupan yang sukses dari edisi keempat turnamen yang prestisius di Indonesia.

lahiri-master-baru-di-cimb-niaga-indonesian-masters
Lahiri Master Baru Di CIMB Niaga Indonesian Masters
Arwin Rasyid, Presiden Direktur dari CIMB Niaga mengatakan, “Atas nama CIMB Niaga dan seluruh sponsor dan mitra dari CIMB Niaga Indonesian Masters 2014, saya ingin mengucapkan selamat kepada Anirban Lahiri. Dia bermain sangat baik dan menakjubkan untuk ditonton. Turnamen tahun ini sekali lagi meraih sukses yang besar dan kami sangat bahagia untuk menutupnya dengan catatan yang tinggi. Kami menantikan untuk menjadi bagian dari edisi berikutnya dari CIMB Niaga Indonesian Masters dan memberikan kepada anda permainan golf yang terbaik di Royale Jakarta Golf Club. Sampai jumpa lagi tahun depan”.

Memulai ronde dengan tertinggal satu pukulan dari Smith, Lahiri melaju cepat dengan mencetak tiga biridies berturut-turut mulai dari hole kedua. Dia tersandung dengan bogey-lima di hole kelima tetapi berhasil meraih kembali satu birdie di hole 12.

Bagaimanapun juga double-bogey enam di hole 13 setelah menunggu cukup lama selama tiga-jam penundaan permainan karena hujan membuat pemain asal India ini menyudahi permainan dengan tegang dimana para pemain Asian Tour yang sudah menunggu di tenda menantikan siapa pemenangnya.

“Saya mendapatkan posisi bola yang aneh di hole 13. Selama penundaan permainan karena hujan saya hanya berpikir bahwa saya harus bisa up and down di sana. Saya mengalami kondisi yang buruk di sana tetapi saya tahu Lin Wen-Tang menurun satu pukulan juga. Sayangnya saya dapat double-bogey di sana tetapi saya senang karena saya kembali lagi dengan kuat,” kata Lahiri.

Dengan Baek memimpin di clubhouse dengan 16-under, Lahiri tahu kalau dia harus membuat upaya yang luar biasa di hole 18 untuk meraih kemenangan mutlak.

“Pikiran saya kosong ketika mempersiapkan untuk putt terakhir saya di hole 18. Saya katakan ke diri saya saya harus memasukkan bola ke lubang. Ketika saya menuju greens, saya sebenarnya berpikir jika saya harus mempersiapkan diri saya untuk play-off besok pagi,” kata Lahiri.

Lahiri tidak kecewa dan teriak dengan girang ketika dia menyaksikan eagle put dari jarak 20 kaki masuk ke hole untuk meraih kemenangan dengan skor 17-di bawah-par 271.

“Hal ini benar-benar luar biasa untuk meraih kemenangan pertama saya di luar India. Saya gagal dalam jangka waktu yang lama dan saya senang saya dapat mengatasinya di sini hari ini. Saya perlu nilai World Golf Ranking sehingga saya benar-benar bahagia saya dapat menang minggu ini,” kata Lahiri.

Meskipun Baek gagal meraih kemenangan, pemain Korea ini bangga atas perjuangannya yang hampir saja dia meraih kemenangan pertamanya dengan kalah satu pukulan dari Lahiri.

“Saya sebenarnya berpikir untuk mengundurkan diri sebelum memulai ronde ketiga minggu ini. Di hari pertama, saya katakan ke caddy saya jika saya dapat par di hole pertama, saya akan melanjutkan permainan. Saya berhasil mendapatkannya dan saya melanjutkan permainan saya.

Di hari kedua, saya pikir saya harus mencoba untuk lolos cut. Saya tidak ada rasa percaya diri sama sekali. Sampai hari ini, saya tidak mengharapkan diri saya untuk bermain bagus. Siku saya membaik sehingga saya hanya mencoba dan fokus pada permainan saya. Saya tidak melihat klasemen karena saya tidak ingin membebani diri saya,” ujar Baek, yang membukukan skor 71, 68, 68, dan 65.

Sementara itu Smith pimpinan hari sebelumnya percaya bahwa permainannya akan membaik karena dia menikmati permainan terbaiknya di CIMB Niaga Indonesian Masters semenjak lulus dari Asian Tour Qualifying School pada awal tahun.

“Ini adalah hasil terbaik saya sampai saat ini di turnamen profesional. Akan lebih bagus lagi jika dapat memenangkannya tetapi saya rasa hal ini adalah hari yang lain. Hal ini pasti akan mengangkat rasa percaya diri saya dalam permainan saya.

Saya memukul bola dan putt dengan baik. Tidak ada hal lebih lagi yang dapat anda lakukan. Saya sungguh menantikan turnamen berikutnya di Asian Tour,” kata pemain pemula berusia 20 tahun.

Meskipun menutup permainannya dengan dua pukulan di belakang Lahiri, Kiradech percaya dia dapat menjadi pemain yang diperhatikan setelah musim 2013 yang mahsyur dimana dia dianugerahi sebagai pemain Asia nomor satu.

“Dengan pukulan bola saya saat ini, saya pikir saya dapat segera memenangkan turnamen di Asian Tour! Sudah setahun sejak kemenangan saya yang terakhir kali. Saya yakin hal itu akan segera datang, mungkin minggu depan. Saya hanya perlu melanjutkan untuk pada cara saya memukul bola,” kata Kiradech.

Lahiri master baru di CIMB Niaga Indonesian Masters.