jasa-ekspedisi-logistik

Air Putih Adalah Sumber Air Paling Baik Dan Menyehatkan

Ajang Berita, Kesehatan - Air putih adalah sumber air paling baik dan menyehatkan. Tingkatkan Kesadaran Minum Air Putih dengan mengenali Gejala dan Dampak Dehidrasi Ringan. Hasil dari studi The Indonesian Hydration Regional Study (THIRST) tahun 2010 menyimpulkan bahwa 1 dari 2 orang Indonesia mengalami dehidrasi ringan yang dapat menurunkan produktivitas.

Air Putih Adalah Sumber Air Paling Baik Dan Menyehatkan

Danone AQUA, pelopor air minum dalam kemasan di Indonesia, menguatkan komitmennya untuk mewujudkan Indonesia yang lebih sehat dengan terus berupaya meningkatkan kesadaran masyarakat mengenai gejala dan dampak dehidrasi ringan. Himbauan untuk meminum air putih yang cukup masih seringkali tidak diperhatikan oleh masyarakat Indonesia. Oleh karena itu, Menurut buku yang berjudul “Air Bagi Kesehatan”, Edisi Kedua, 2012, oleh DR. Dr. Budi Iman Santoso, Sp.OG (K), Prof.DR. Ir. Hardiansyah, MS, DR. Dr. Parlindungan Siregar, Sp.PD-KGH, dan Dr. Sudung O. Pardede, Sp.A(K) banyak dari mereka yang terkena dehidrasi ringan, yaitu saat seseorang kehilangan 1% hingga 5% cairan dalam tubuhnya sehingga menyebabkan gangguan-gangguan kecil seperti mood yang turun, rasa mudah lelah, mudah cemas, kurangnya konsentrasi, turunnya kewaspadaan visual, atau sakit kepala seringkali menghalangi seseorang dengan gaya hidup aktif dan dinamis untuk produktif.

air-putih-adalah-sumber-air-paling-baik-dan-menyehatkan
Air Putih Adalah Sumber Air Paling Baik Dan Menyehatkan
“Sebagai komponen utama dalam tubuh seseorang, air yang cukup dibutuhkan tubuh agar organ-organ di dalam tubuh kita dapat berfungsi dengan baik. Air putih adalah sumber air paling baik dan menyehatkan,” ujar Ketua Indonesian Hydration Working Group (IHWG), dr. Saptawati Bardosono, pada diskusi kesehatan untuk mengenali gejala dan dampak dehidrasi ringan di Jakarta ( 23/05/2014).

dr. Saptawati melanjutkan bahwa, “Orang pada umumnya kurang mengenal apa itu dehidrasi ringan. Rasa haus merupakan penanda awal terjadinya dehidrasi ringan. Hal ini diakibatkan karena malas untuk minum air putih dengan berbagai alasan. Padahal, hilangnya dahaga justru merupakan sebuah indikasi bahwa tingkat dehidrasi yang dialami seseorang sudah lebih tinggi. Jadi, saat terasa haus sebaiknya segera minum secukupnya, karena kalau dibiarkan terus-menerus dapat berpotensi menyebabkan penyakit-penyakit serius, seperti konstipasi (susah buang air besar), infeksi saluran kemih, dan infeksi batu ginjal,” lanjutnya.

Dalam diskusi yang di dukung oleh Danone AQUA ini, dibahas pula hasil penelitian yang dilakukan oleh Danone AQUA bersama dengan tiga universitas ternama yaitu Institut Pertanian Bogor (IPB), Universitas Hasanudin, dan Universitas Airlangga. Studi The Indonesian Hydration Regional Study (THIRST) tahun 2010 mengungkapkan bahwa 46,1% subyek yang diteliti mengalami kurang air atau dehidrasi ringan. Kondisi ini paling banyak ditemukan pada remaja (49,5%), dibandingkan dengan orang dewasa (42,5%). Faktor terjadinya dehidrasi ringan ini adalah ketidaktahuan dan kesulitan akses secara fisik dan ekonomi dalam memperoleh air minum. THIRST dilakukan dengan pemeriksaan berat jenis urin (urine specific gravity) terhadap 1200 sampel di Jakarta, Lembang, Surabaya, Malang, Makassar, dan Malino.

Selain mendukung penelitian mengenai hidrasi di Indonesia, Danone AQUA juga mendukung pembentukan Indonesian Hydration Working Group (IHWG) yang merupakan pusat hidrasi pertama di Indonesia pada tahun 2012 yang berlokasi di Departemen Gizi Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia (FKUI).

Health Marketing Director, Danone AQUA, dr. Pradono Handojo, MHA. pada kesempatan ini mengutarakan bahwa, “Kami berkomitmen untuk mewujudkan kesehatan kepada sebanyak mungkin masyarakat Indonesia dengan terus memberikan edukasi mengenai dehidrasi ringan. Menurut penelitian yang kami lakukan pada tahun 2010,satu dari dua orang Indonesia mengalami dehidrasi ringan. Kami lihat selama ini generasi muda aktif Indonesia masih kurang menyadari gejala dan dampak dehidrasi ringan seperti kurang fokus dan konsentrasi yang dapat menurunkan produktivitas. Usaha meningkatkan kesadaran masyarakat tentang gejala dehidrasi ringan ini sejalan dengan visi Danone AQUA yang percaya bahwa seseorang dapat melakukan yang terbaik jika sehat,” tutur dr. Pradono Handojo.

Masih dari penelitian pada buku yang telah disebutkan sebelumnya, tanpa disadari, tubuh manusia yang sebagian besar terdiri dari air (55% sampai 60% berat tubuh pada pria, dan 50% sampai 60% pada berat tubuh wanita) setiap saat mengalami kehilangan cairan secara alami melalui bernafas, berkeringat, buang air kecil, dan buang air besar. Belum lagi jika tubuh harus kehilangan cairan saat berada di tempat bersuhu tinggi atau dengan kelembapan rendah.

Lebih lanjut lagi dijelaskan oleh dr. Saptawati “Karena tubuh kita kehilangan air sebanyak dua liter per hari nya oleh aktivitas sehari-hari, maka cairan tersebut juga harus diisi dengan cara minum air minimal dua liter sehari. Kita pun dapat memonitor apakah kita sudah terhidrasi dengan cukup diantaranya dengan cara PURI (pemeriksaan urin sendiri), dengan melihat grafik warna urin. Bila warnanya makin bening, berarti terhidrasi dengan baik. Namun, bila makin pekat berarti mengalami kekurangan cairan,” tambahnya.

Dalam kesempatan yang sama, aktor dan model Mischa Chandrawinata yang turut hadir sebagai bintang tamu dalam diskusi ini pun menuturkan pengalamannya saat mengalami dehidrasi ringan. “Sebelum saya mengetahui dampak dan gejala dehidrasi ringan,saya juga sering mengalami kurang fokus dan mudah lupa. Sekarang ini saya sebisa mungkin selalu menjaga asupan air agar saya merasa fit dan aktivitas saya berjalan lancar. Oleh karena itu, saya sangat mendukung upaya Danone AQUA untuk meningkatkan kesadaran masyarakat, khususnya anak muda yang aktif agar memulai hidup lebih sehat sehingga dapat lebih fokus dan produktif untuk berkarya lebih baik demi bangsa, “ kata Mischa.

Air putih adalah sumber air paling baik dan menyehatkan.