jasa-ekspedisi-logistik

Sepertiga Penduduk Dunia Beresiko Alami Cacar Api

Ajang Berita, KesehatanSepertiga penduduk dunia beresiko alami cacar api. Herpes Zoster (dikenal juga dengan sebutan cacar api/ cacar ular, atau shingles) berdampak sangat serius bagi jutaan orang di dunia. Satu dari 3 orang memiliki resiko mengalaminya.

Sepertiga Penduduk Dunia Beresiko Alami Cacar Api

Selain menimbulkan nyeri yang berkepanjangan, penyakit ini dapat juga mengakibatkan komplikasi pada mata bila infeksi terjadi pada daerah mata serta komplikasi lain yang lebih jarang meliputi kelumpuhan otot dan radang otak.

Epidemiologi Herpes Zoster di 13 Rumah sakit Pendidikan di Indonesia tahun 2011-2013 sebanyak 2.232 kasus dengan puncaknya di usia 45-64 tahun sebanyak 806 kasus (37,95%).2 Sayangnya, gejala penyakit infeksi yang disebabkan oleh reaktivasi virus varisela zoster ini tidak dapat diprediksi dan tidak ada cara apapun yang dapat dilakukan untuk mengetahui kapan virus varicella zoster tersebut akan aktif kembali dan siapa yang akan mengalaminya, serta bagaimana tingkat keparahannya pada masing-masing orang.
sepertiga-penduduk-dunia-beresiko-alami-cacar-api
Sepertiga Penduduk Dunia Beresiko Alami Cacar Api
dr. Suria Nataatmadja, Medical Affairs Director MSD Indonesia dalam media seminar tentang pencegahan herpes zoster hari ini mengatakan, “Herpes Zoster itu menyakitkan dan dapat menyebabkan komplikasi serius termasuk nyeri yang berlangsung selama berbulan-bulan dan bahkan tahunan. Informasi mengenai penyakit ini penting diketahui oleh masyarakat luas dan kami berkomitmen untuk mensosialisasikan hal ini sehingga kita tahu bagaimana mencegahnya.”

Pada acara yang sama, dr. Hanny Nilasari, SpK(K) dari Kelompok Studi Herpes Perhimpunan Dokter Spesialis Kulit dan Kelamin (Perdoski) menyampaikan, “Herpes Zoster dapat terjadi pada semua usia dan biasanya sering terjadi pada saat seseorang mengalami penurunan imunitas seperti orang dengan usia lanjut, pasien dengan keganasan, pasien yang mendapat kemoterapi atau terapi steroid jangka panjang dan orang dengan HIV. Gejala penyakit ini dapat dilihat melalui ruam yang sifatnya khas yaitu berupa bintil yang berisi cairan jernih yang mengenai sepanjang satu dermatom, ruam ini rasanya nyeri dan sering gatal. Biasanya berlangsung selama 3-5 hari sebelum lesi menjadi cairan keruh (nanah) dan keropeng. Pada beberapa kasus dapat mengalami demam, malaise, sakit kepala, nyeri dan sensasi kulit lokal 1-2 hari sebelum timbul ruam. Ruam dan nyeri paling sering timbul pada area dada dan wajah akan sembuh dalam 2-3 minggu.”

Dalam presentasinya, dr. Hanny menjelaskan, “Herpes Zoster pada beberapa orang dapat meninggalkan rasa nyeri yang dikenal dengan istilah Neuralgia Pasca Herpes. Neuralgia Pasca Herpes merupakan komplikasi yang paling umum dari penyakit ini dan rasa nyeri akibat Neuralgia Pasca Herpes dapat beragam meskipun kelainan kulit sudah sembuh, umumnya diidentifikasi dengan timbulnya rasa perih, sensasi terbakar, berdenyut-denyut, seperti ditusuk-tusuk atau rasa nyeri yang menyakitkan yang berlangsung terus menerus selama lebih dari 90 hari sejak ruam sembuh. Komplikasi ini muncul sebagai akibat rusaknya serabut saraf akibat dari aktivitas virus. Neuralgia Pasca Herpes dapat terjadi pada lebih dari 50% pasien berusia lebih dari 60 tahun. Rasa nyeri cenderung meningkat dan berlangsung lama. Pada banyak orang yang mengalami rasa nyeri yang berkepanjangan, sentuhan kain lembut atau angin sepoi-sepoi pada kulit sekalipun dapat sangat menyakitkan, hal ini dikenal dengan istilah Allodynia, yaitu rasa nyeri yang timbul akibat stimulus ringan.”

Herpes zoster secara fisik akan menyebabkan kurangnya energi, anoreksia, penurunan berat badan, vitalitas kurang, inaktivitas fisik serta gangguan tidur. Di sisi lain, secara psikologis Herpes Zoster akan mengakibatkan depresi, kecemasan gangguan konsentrasi serta secara sosial menyebabkan interaksi sosial berkurang, perubahan fungsi sosial serta isolasi sosial. Sehingga secara garis besar Herpes Zoster menyebabkan penurunan kualitas hidup pasien.

Prof. Dr. dr. Samsuridjal Djauzi, SpPD, K-AI, FINASIM, FACP dari Satuan Tugas Imunisasi Dewasa Perhimpunan Dokter Spesialis Penyakit Dalam Indonesia dan guru besar Departemen Penyakit Dalam FKUI/RSCM memaparkan, ”Paparan varicella/cacar air terhadap masyarakat di Indonesia yang tinggi mengakibatkan risiko terjadinya Herpes Zoster juga tinggi. Untuk mencegahnya, kita perlu menjalankan gaya hidup sehat, hidup bersih, makanan yang bergizi yang cukup buah- buahan dan sayur agar kekebalan tubuh tetap baik, berolahraga serta tidur yang cukup.”

Lebih lanjut ia mengatakan, “Kini tersedia vaksin Herpes Zoster yang dapat mencegah Herpes Zoster dan Neuralgia Pasca Herpes. Vaksin ini meningkatkan kekebalan tubuh (imunitas) terutama imunitas seluler. Setiap orang yang peduli terhadap bahaya Herpes Zoster berumur 50 tahun atau lebih dapat memanfaatkan vaksin ini. Manfaat imunisasi Herpes Zoster untuk kesehatan masyarakat dapat kita lihat dari pengalaman Amerika Serikat yang telah menggunakan vaksin ini secara luas. Data dari AS menunjukkan jika sekitar 1 juta orang diimunisasi maka akan dapat dicegah 11.685 rawat inap di RS, 11.251 kunjungan ke IGD, 359.581 rawat jalan, dan 24.529 kasus Neuralgia Pasca Herpes.”

“Namun demikian, vaksin ini tak boleh digunakan oleh orang yang mengalami penurunan kekebalan tubuh yang berat. Karena itu sebelum menggunakan vaksin ini perlu konsultasi dengan dokter,” tutupnya.

Sepertiga penduduk dunia beresiko alami cacar api.