jasa-pengiriman-ekspedisi

Tanaman Serai Wangi, Penyedap Rasa Makanan Khas Melayu Saat Berbuka Puasa

Ajang Berita, Kuliner - Tahukah Anda Kalau Tanaman Serai Wangi, Penyedap Rasa Makanan Khas Melayu Saat Berbuka Puasa Adalah Tumbuhan Bumbu Yang Paling Banyak Dicari Oleh Masyarakat Melayu Saat Ramadhan.

Tanaman Serai Wangi, Penyedap Rasa Makanan Khas Melayu Saat Berbuka Puasa

Tanaman Serai Wangi, Dengan Nama Latin Cymbopongon Nardus, Adalah Tanaman Favorit Bagi Warga Yang Tinggal Di Kabupaten Lingga, Provinsi Kepulauan Riau Ketika Memasuki Bulan Suci Ramadhan. Warga Di Kabupaten Lingga Umumnya Menggunakan Tanaman Serai Wangi Sebagai Salah Satu Bumbu Penyedap Saat Membuat Roti Kirai, Makanan Khas Melayu.

Menurut Warga Pulau Singkep, Kabupaten Lingga, Pada Zaman Dahulu Bila Tidak Menanam Serai Wangi Di Rumah, Belum Lengkap Rasanya Jadi Orang Melayu. Biasanya Orang Melayu Menggunakan Daun Serai Wangi Untuk Dibuat Bunga Rampai, Kemudian Dicampur Bersama Daun Pandan, Serta Beragam Bunga Lainnya, Umumnya Tujuh Jenis Tergantung Adat Istiadat Di Wilayah Masing-Masing.
tanaman-serai-wangi-penyedap-rasa-makanan-khas-melayu-saat-berbuka-puasa
Tanaman Serai Wangi, Penyedap Rasa Makanan Khas Melayu Saat Berbuka Puasa
Tanaman Serai Wangi Sering Digunakan Sebagai Penyedap Rasa Kuah Kari Roti Kirai, Lakse Dan Roti Canai, Makanan Khas Melayu Yang Umumnya Dihidangkan Ketika Saat Berbuka Puasa.

Selain Sebagai Penyedap Rasa, Olahan Minyak Wangi Dari Tanaman Serai Wangi Sering Pula Digunakan Masyarakat Ketika Pergi Beribadah Ke Masjid. Maka Tak Heran Jika Datang Bulan Ramadhan, Harga Serai Wangi Pun Meningkat Pesat, Mulai Dari Yang Umumnya Sekitar Rp2.000 Per Ikat, Naik Menjadi Rp5.000 Per Ikat.

Manfaat Tanaman Serai Wangi Yang Lain Untuk Masyarakat Melayu, Tanaman Ini Juga Digunakan Sebagai Bahan Khusus Untuk Bunga Rampai, Biasanya Dipadukan Dengan Aroma Pandan Wangi, Dan Beberapa Campuran Bunga Lainnya. Bila Dibuat Bunga Rampai, Serai Wangai Akan Dicampur Dengan Daun Pandan, Dan Bermacam Bunga Lainnya, Biasanya Tujuh Jenis Tergantung Adat Istiadat Di Wilayah Masing-Masing. Banyak Yang Menggunakan Bunga Rampai Adalah Yang Berprofesi Sebagai Mak Andam Atau Perias Pengantin.

Bunga Rampai Kerap Digunakan Pula Dalam Beberapa Majelis Adat, Diantaranya Tradisi Ziarah Makam, Jelang Ramadhan. Lain Lagi Dengan Di Aceh, Dikenal Dengan Nama Minyak Atsiri Yang Umumnya Dipakai Untuk Wewangian Ketika Bulan Ramadhan. Namun Memang Proses Pembuatannya Agak Berbeda Dengan Minyak Serai Di Kepulauan Riau.

Minyak Serai Di Kabupaten Lingga Pun Masih Diproduksi Secara Rumahan, Biasanya Hanya Digunakan Untuk Kebutuhan Sendiri. Proses Produksinya Pun Dilakukan Secara Manual Serta Menggunakan Peralatan Seadanya.

Banyak Warga Yang Menanam Serai Wangi Di Rumahnya, Kemudian Mereka Membuat Minyak Serai Sendiri, Selain Untuk Minyak Shalat, Minyak Serai Juga Dapat Digunakan Bila Anak-Anak Kembung Perut.

Selain Di Bulan Ramadhan, Sebenarnya Puncak Penggunaan Tanaman Serai Wangi Yang Paling Banyak Adalah Ketika Hari Raya Idul Fitri. Bila Umumnya Masakan Kari Khas Melayu Tak Memakai Tanaman Serai Wangi, Maka Spesial Ketika Hari Raya Idul Fitri, Masyarakat Menambahkannya, Untuk Disantap Bersama Ketupat. Tak Lupa Dibubuhi Dengan Sambal Lengkong, Yang Saat Membuat Santannya Harus Disematkan Aroma Daun Serai Wangi Supaya Lebih Terasa Gurih.

Tanaman serai wangi merupakan jenis rumput-rumputan dari ordo Graminales. Selain untuk penyedap rasa dan aroma pewangi, tanaman ini dapat pula dimanfaatkan sebagai pengusir nyamuk. Tanaman ini juga cocok untuk ditanam di wilayah Kabupaten Lingga, Provinsi Kepulauan Riau, dengan lokasi pada ketinggian 1.000 meter dari permukaan laut dan juga memiliki curah hujan yang cukup baik.

Tak perlu lama untuk mendapatkan hasil dari menanam tumbuhan ini, karena Tanaman Serai Wangi cuma memakan waktu selama 6 sampai 7 bulan agar dapat dipanen dengan baik.

Tanaman Serai Wangi, Penyedap Rasa Makanan Khas Melayu Saat Berbuka Puasa