Transaksi Nirkontak, Solusi Atasi Ketergantungan Masyarakat Pada Telekomunikasi Saat Beradaptasi Dengan New Normal

Ajang Berita - Transaksi nirkontak, solusi atasi ketergantungan masyarakat pada telekomunikasi saat beradaptasi dengan new normal. Perubahan perilaku konsumen di masa mendatang mendorong pemanfaatan metode nirkontak di tengah COVID-19.

Transaksi Nirkontak, Solusi Atasi Ketergantungan Masyarakat Pada Telekomunikasi Saat Beradaptasi Dengan New Normal


Banyak orang di seluruh dunia yang telah memahami kondisi pandemi saat ini di luar kepala. Tak ayal lagi, banyak kota-kota besar, beberapa di antaranya masih mengisolasi wilayah dan sebagian lagi pelan-pelan membuka perekonomiannya, kini meluncurkan sejumlah inisiatif digital, serta meningkatkan transaksi nirkontak (contactless transaction).

transaksi-nirkontak-solusi-atasi-ketergantungan-masyarakat-pada-telekomunikasi-saat-beradaptasi-dengan-new-normal
Transaksi Nirkontak, Solusi Atasi Ketergantungan Masyarakat Pada Telekomunikasi Saat Beradaptasi Dengan New Normal

Menurut Forbes, arus penggunaan jaringan seluler dan tetap (fixed) melonjak drastis, dari 30% menjadi 50%.

Data ini menunjukkan ketergantungan masyarakat pada telekomunikasi saat mereka beradaptasi dengan tatanan baru (new normal) dalam kehidupan, pekerjaan, dan aktivitas berbelanja lewat internet.

Dalam lini bisnis yang dijalankan FORCS, jumlah pencarian untuk smart form, e-Form, serta e-Signature meningkat sejak wabah virus korona terjadi.

Kian banyak perusahaan yang beralih ke kanal-kanal daring (online) dan memanfaatkan formulir elektronis guna berkomunikasi dengan para pelanggan, mengajukan izin, serta melanjutkan sejumlah transaksi bisnis.

Para pelanggan FORCS di sektor perbankan dan asuransi kini memaksimalkan berbagai solusi tersebut dengan sebaik-baiknya.

Dengan demikian, mereka bisa terus melayani para pelanggan secara efisien tanpa harus bertatap muka.

Menurut riset terbaru dari Accenture, COVID-19 akan selalu mengubah perilaku konsumen di masa mendatang.

Industri ritel serta makanan dan minuman paling banyak terdampak sehingga para pemilik bisnis terpaksa mengubah model bisnisnya agar tetap bertahan.

Pengiriman makanan dan aktivitas belanja lewat internet dengan metode nirkontak telah menjadi tolok ukur baru bagi sebagian besar orang.

Di banyak industri, berbagai perusahaan beradaptasi dengan segera memanfaatkan sistem cloud dan solusi digital demi merespons perubahan perilaku konsumen.

Banyak bank melansir cara-cara baru untuk menjaga dan mempererat hubungan dengan nasabah, yakni memadukan sentuhan manusia dengan solusi digital dan melayani nasabah dalam jarak sosial yang aman.

Pemerintah di semua negara sangat berperan dalam membantu para pelaku usaha dan warganya.

Banyak pemerintah menyalurkan paket bantuan keuangan demi menanggulangi dampak ekonomi.

Kalangan pemerintah juga mendorong perusahaan agar mereka benar-benar beralih ke teknologi digital dengan meningkatkan infrastruktur digitalnya. 

Pemanfaatan Metode Nirkontak di Tengah COVID-19


Menurut Google Trends, semakin banyak orang yang mencari informasi tentang transformasi digital dan solusi nirkontak.

Saat data dan tren menunjukkan peralihan perilaku konsumen, para pelaku usaha yang masih mengandalkan konsep fisik dan dokumen kertas menghadapi tekanan untuk mengadopsi berbagai solusi digital di tengah ketidakpastian ekonomi. 

Bahkan sebelum pandemi terjadi, pengembangan teknologi pengisian formulir dengan suara telah termasuk dalam perencanaan produk FORCS.

Fitur terbaru ini memanfaatkan kecerdasan buatan (AI) untuk mengambil data relevan dari perbincangan natural untuk mengisi formulir elektronis.

Tersedia pada beragam perangkat seperti komputer tablet, ponsel pintar, dan komputer desktop, FORCS ingin menghadirkan fitur pengisian formulir nirkontak ke jenjang baru, baik bagi perusahaan dan masyarakat. 

Selain menjalankan pertumbuhan internal di FORCS, tim perusahaan juga bertekad untuk mewujudkan dunia yang lebih indah dengan meningkatkan taraf hidup masyarakat.

Setiap tahun, FORCS menyumbangkan 1% dari laba usahanya untuk kegiatan amal dan menjalankan sejumlah kampanye seperti penanaman pohon dan pengiriman briket bagi warga miskin serta tunawisma pada musim dingin.

Setelah wabah virus korona berlangsung, Park Mi Kyung, CEO, FORCS, yang juga menjabat Chairman, Korea Women's Venture Association (KOVMA), ikut serta dalam "Flower Relay Campaign" (sebuah inisiatif KOVMA) untuk membantu para petani bunga dan pemilik usaha kecil yang mengalami kesulitan.

Berbagai perusahaan yang bekerja sama dengan FORCS telah meningkatkan potensi bisnisnya setelah memakai Smart e-Form.

Secara umum, FORCS mencermati banyak peluang bagi perusahaan di seluruh dunia untuk mempercepat transformasi digital, serta memberikan kenyamanan yang lebih baik supaya masyarakat bisa tinggal, bekerja, dan berbelanja; lewat metode nirkontak dan tanpa kehilangan sentuhan manusia.

Berdiri pada 1995, FORCS menyediakan sederet solusi Enterprise e-Form dan Enterprise Reporting terbaik untuk berbagai lembaga.

Lebih dari 4.000 pelanggan dari berbagai industri telah terbantu untuk bertransformasi secara digital dengan teknologi nirkertas (paperless) buatan FORCS.

Selama 20 tahun lebih, FORCS telah memperluas penggunaan teknologi nirkertas di Korea, serta menyandang gelar "Pemimpin Pasar".

Berbagai bank, perusahaan asuransi, instansi pemerintah, rumah sakit, perusahaan teknik, dan lain-lain mampu meningkatkan produktivitas serta menghemat biaya dengan memakai solusi FORCS.

Kini, kegiatan operasional FORCS tersebar di Asia dan Eropa melalui sejumlah kantor di Korea (kantor pusat), Belgia, Jepang, dan Singapura.

Saat ini, FORCS bekerja sama dengan lebih dari 50 mitra bisnis. Terdaftar di KOSDAQ sejak 2015, FORCS ingin mengusung transformasi nirkertas kepada lebih banyak lembaga dan orang di seluruh dunia.

Transaksi nirkontak, solusi atasi ketergantungan masyarakat pada telekomunikasi saat beradaptasi dengan new normal.

saffron-super-negin