Pembangunan Berkelanjutan di Desa: Merangkul Kemajuan Ekonomi dan Perlindungan Lingkungan

Ajang Berita - Pembangunan berkelanjutan di desa: merangkul kemajuan ekonomi dan perlindungan lingkungan. Pembangunan berkelanjutan merupakan upaya untuk mewujudkan desa tanpa kemiskinan melalui strategi yang inklusif dan berdaya saing.

Pembangunan Berkelanjutan di Desa: Merangkul Kemajuan Ekonomi dan Perlindungan Lingkungan

Pembangunan berkelanjutan di desa merupakan langkah krusial dalam mencapai kesejahteraan masyarakat yang berlangsung dalam jangka panjang.
pembangunan-berkelanjutan-di-desa-merangkul-kemajuan-ekonomi-dan-perlindungan-lingkungan
Pembangunan berkelanjutan di desa: merangkul kemajuan ekonomi dan perlindungan lingkungan
Paradigma baru ini mengusung integrasi antara pembangunan ekonomi dan perlindungan lingkungan.

Dalam konteks ini, pembangunan ekonomi diarahkan untuk meningkatkan taraf hidup masyarakat desa, sementara perlindungan lingkungan menjadi aspek penting dalam menjaga kelestarian alam dan sumber daya alam.

Paradigma Baru Pembangunan Desa: Integrasi Ekonomi dan Lingkungan untuk Kesejahteraan Jangka Panjang

Pembangunan berkelanjutan di desa merupakan pendekatan yang menjadikan ekonomi dan lingkungan sebagai dua aspek yang tak terpisahkan.

Paradigma baru ini mengusung integrasi antara pembangunan ekonomi yang berkelanjutan dengan perlindungan lingkungan untuk mencapai kesejahteraan jangka panjang bagi masyarakat desa.

Seiring dengan perkembangan zaman, pembangunan desa tak lagi hanya diukur dari pertumbuhan ekonomi semata, tetapi juga dari kemampuan desa dalam menjaga dan melestarikan lingkungannya.

Hal ini bertujuan untuk memastikan bahwa setiap perkembangan ekonomi yang terjadi di desa tidak akan merusak lingkungan dan dapat dinikmati oleh generasi-generasi mendatang.

Pertanian Berkelanjutan: Pengelolaan Sumber Daya Alam demi Ketahanan Pangan dan Lingkungan

Salah satu aspek penting dalam pembangunan berkelanjutan di desa adalah pertanian berkelanjutan.

Pengelolaan sumber daya alam yang bijaksana dan berkelanjutan menjadi kunci utama untuk mencapai ketahanan pangan dan perlindungan lingkungan.

Desa-desa memiliki potensi besar untuk mengembangkan pertanian berkelanjutan dengan mengoptimalkan penggunaan lahan, penggunaan teknologi ramah lingkungan, serta penerapan praktik pertanian yang berkelanjutan.

Dengan demikian, desa dapat menghasilkan pangan yang cukup untuk memenuhi kebutuhan masyarakatnya, sambil tetap menjaga kelestarian lingkungan dan mengurangi dampak negatif terhadap ekosistem.

Menghidupkan Potensi Wisata Pedesaan: Mendukung Pembangunan Ekonomi dan Konservasi Alam secara Bersamaan

Potensi wisata pedesaan menjadi daya tarik tersendiri dalam upaya pembangunan berkelanjutan.

Dengan menghidupkan potensi wisata yang ada di desa, masyarakat dapat mendapatkan peluang ekonomi baru melalui sektor pariwisata.

Namun, penting untuk diingat bahwa pengembangan wisata pedesaan harus dilakukan secara berkelanjutan dengan memperhatikan konservasi alam.

Pemanfaatan sumber daya alam dan budaya lokal harus diatur dengan bijaksana agar keberadaan wisata tidak merusak ekosistem serta kearifan lokal.

Dengan memanfaatkan potensi wisata pedesaan secara berkelanjutan, desa-desa dapat meraih kemajuan ekonomi tanpa mengorbankan lingkungan alam dan budaya mereka.

Hal ini akan memberikan dampak positif yang berkesinambungan dalam jangka panjang bagi desa dan masyarakatnya.

Pembangunan berkelanjutan upaya wujudkan desa tanpa kemiskinan

Kementerian Desa Pembangunan Daerah Tertinggal dan Transmigrasi (Kemendes PDTT) telah menetapkan tujuan pembangunan berkelanjutan (SDGs) desa sejak 2021 dengan tujuan mewujudkan desa tanpa kemiskinan dan kelaparan.

SDGs desa bertujuan untuk mencapai pertumbuhan ekonomi yang merata, desa peduli terhadap kesehatan, lingkungan, pendidikan, dan ramah terhadap perempuan serta terhubung dengan budaya.

Nursaid, Direktur Pembangunan Sarana dan Prasarana Desa dan Pedesaan Kemendes PDTT, menyampaikan hal ini saat memberikan arahan dalam acara Ekspedisi Nasional Youth Conference dengan tema Kolaborasi budaya dalam ekspedisi untuk nagari di surga tersembunyi yang diadakan oleh Universitas Andalas di Padang, Sumatera Barat.

SDGs desa diimplementasikan melalui program dan kegiatan, termasuk pengembangan infrastruktur desa wisata yang menjadi prioritas nasional.
Ini mencakup desa adat, desa inklusif, desa ramah perempuan, dan yang peduli terhadap anak.
Untuk mewujudkan SDGs desa, pemerintah telah mengalokasikan dana desa melalui Peraturan Menteri Desa Nomor 8 Tahun 2022 untuk tahun 2023.

Penggunaan anggaran tersebut difokuskan pada percepatan pencapaian SDGs desa dan pemulihan ekonomi nasional sesuai kewenangan desa serta program prioritas nasional.

Nursaid menyatakan bahwa dana desa tahun 2023 juga dapat digunakan untuk penanganan bencana alam atau non-alam sesuai kewenangan desa.

Namun, ia menyadari bahwa masih banyak desa yang anggarannya tidak mencukupi untuk mengembangkan desa wisata.

Oleh karena itu, Kemendes PDTT telah memfasilitasi usulan dari daerah untuk pengembangan objek wisata secara selektif sebagai stimulan dalam pembangunan desa wisata Nusantara yang berkelanjutan.

Desa Berdaya Saing dan Berkelanjutan

Secara keseluruhan, pembangunan berkelanjutan di desa merupakan upaya merangkul kemajuan ekonomi dan perlindungan lingkungan secara seimbang.

Paradigma baru ini mengajak semua pihak untuk bersama-sama mengembangkan desa dengan memperhatikan keberlanjutan lingkungan dan kesejahteraan masyarakat dalam jangka panjang.

Dengan demikian, desa-desa dapat menjadi pusat pembangunan yang berdaya saing, inklusif, dan berkelanjutan untuk masa depan yang lebih baik.
jasa-pengiriman-ekspedisi