jasa-ekspedisi-logistik

Sebelum Pagi Terulang Kembali, Cerita Keluarga Indonesia Dalam Bayangan Korupsi

Ajang Berita, SosialSebelum Pagi Terulang Kembali, cerita keluarga Indonesia dalam bayangan korupsi. Transparency International Indonesia (TII) bekerja sama dengan rumah produksi Cangkir Kopi meluncurkan sebuah film yang bertema tentang korupsi. Film yang berjudul Sebelum Pagi Terulang Kembali akan beredar serentak di jaringan bioskop seluruh Indonesia mulai 8 Mei 2014.

Sebelum Pagi Terulang Kembali, Cerita Keluarga Indonesia Dalam Bayangan Korupsi

Film Sebelum Pagi Terulang Kembali diproduseri oleh Abduh Aziz dan disutradarai oleh Lasya F Susatjo. Dalam kesempatan peluncuran film ini, yang juga dihadiri oleh seluruh artis dan awak pendukung, Abduh Aziz selaku produser menjelaskan bahwa film dengan tema korupsi ini punya tantangan tersendiri, ini bukan sekedar narasi tentang kasus ataupun memvisualkan hasil investigasi. Cerita film ini sederhana tapi sangat mempunyai makna yang sangat dalam sekali, dimana semua berawal dari dalam rumah, serta berakhir di rumah juga.

sebelum-pagi-terulang-kembali-cerita-keluarga-indonesia-dalam-bayangan-korupsi
Sebelum Pagi Terulang Kembali, Cerita Keluarga Indonesia Dalam Bayangan Korupsi
Sutradara film Sebelum Pagi Terulang Kembali, Lasya F Susatjo mengatakan, “Korupsi di negeri ini sudah sedemikian parah, sulit bagi kita untuk membedakan mana yang baik dan buruk, atau benar dan salah. Sering kita menemui nilai-nilai baik yang dianut oleh orang orang baik namun miskin apresiasi, sementara mereka yang kita tahu salah dan merugikan bisa melenggang santai. Satu film mungkin tidak akan mengubah dunia tapi saya sangat senang bisa terlibat di dalamnya, mengangkat soal nilai baik yang terlupakan”.

Film Sebelum Pagi Terulang Kembali menceritakan tentang Yan (Alex Komang) seorang pejabat pemerintah yang lurus, telah menikah dengan Ratna (Nungki Kusumastuti), seorang dosen filsafat. Kehidupan mereka diwarnai dengan kondisi ketiga anak mereka yang berbeda-beda: Firman (Teuku Rifnu Wikana), anak tertua, baru saja cerai dan masih menganggur. Satria (Fauzi Baadila), anak kedua, adalah kontraktor dengan ambisi besar untuk bisnisnya. Dian (Adinia Wirasti), anak terakhir, baru saja bertunangan dengan Hasan (Ibnu Jamil), anggota DPR yang haus kekuasaan.

Kehidupan mereka mulai terguncang saat Satria dibujuk Hasan untuk meminta "jatah" proyek pembangunan pelabuhan dari ayahnya. Proyek tersebut berhasil dimenangkan Satria, yang harus dibayar dengan jatuhnya reputasi Yan sebagai pejabat yang lurus, dan ambruknya ibu Yan, nenek Soen (Maria Oentoe) di rumah sakit. Keluarga ini harus tertatih-tatih membangun kembali keutuhan dan kedekatan mereka di saat uang dan kekuasaan mulai menggerogoti kehidupan mereka. Mampukah mereka bertahan sebagai sebuah keluarga?

Sebelum Pagi Terulang Kembali, cerita keluarga Indonesia dalam bayangan korupsi.